CNBINDONESIA – Seorang Tenaga Harian Lepas (THL) di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, 12 Mei 2026.
Korban diduga mengalami kecelakaan kerja di kawasan KIPP yang berada di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Hingga kini belum diketahui secara pasti waktu terjadinya insiden tersebut.
Kapolres Kayong Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Prabowo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kematian tersebut.
“Betul, kejadian tanggal 12 Mei 2026,” ujar AKBP Adi Prabowo.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa sejumlah karyawan yang bekerja di kawasan industri tersebut.
“Betul, sudah berproses pemeriksaan terhadap beberapa karyawan. Lebih jelasnya silakan hubungi Kasat Reskrim,” tegas Adi Prabowo.
Dari data yang dihimpun, korban diketahui merupakan pekerja PT Kayong Aluminium Nusantara (PT KAN) yang bekerja untuk PT Dharma Inti Bersama (DIB).
Salah satu sumber di lokasi KIPP menyebut peristiwa itu diduga terjadi pada dini hari, 12 Mei 2026. Korban baru ditemukan pada keesokan harinya, 13 Mei 2026 saat waktu subuh.
“Kejadian persisnya gak ada yang tahu. Tiba-tiba dapat kabar, ada yang mati dan sekujur badannya membiru,” kata seorang pekerja di KIPP yang identitasnya dirahasiakan, dilansir dari Jurnalis.co.id, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, hingga kini penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui. Sejumlah pekerja juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
“Sampai sekarang, pelakunya masih abu-abu,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan kematian akibat kecelakaan kerja disebut bukan pertama kali terjadi di kawasan KIPP. Dalam periode April hingga Mei 2026, disebut sudah ada tiga pekerja yang meninggal dunia.
“Ketika ada kejadian ini, sinyal di KIPP langsung di-shutdown (dimatikan),” ungkapnya.
