Close Menu
Handmade With Love

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Video: Jogja Run D-City, Lomba Lari, Hiburan, Hingga Kegiatan Amal

    May 24, 2026

    Akhir Pekan Tiba, Saatnya Berburu Diskon di Transmart Full Day Sale

    May 23, 2026

    Peneliti Israel Bilang 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan

    May 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Threads
    Trending
    • Video: Jogja Run D-City, Lomba Lari, Hiburan, Hingga Kegiatan Amal
    • Akhir Pekan Tiba, Saatnya Berburu Diskon di Transmart Full Day Sale
    • Peneliti Israel Bilang 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan
    • Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI
    • Misteri Pekerja di Pulau Penebang Meninggal Dunia, Sinyal Dimatikan?
    • Indonesia Eximbank Cetak Laba Bersih Rp77 Miliar di Triwulan I-2026
    • Isu Pembentukan Badan Khusus Ekspor Menguat, Ini Respons Rosan
    • China Tiba-Tiba ‘Meledak’, Tanda Krisis Dunia Makin Parah
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Handmade With Love
    • News
    • Hukum
    • Harta Kekayaan
    • BUMN
    • Feature
    Handmade With Love
    Home»News»Dilema Penyimpanan Cadangan Emas
    News

    Dilema Penyimpanan Cadangan Emas

    adminBy adminMay 1, 2026Updated:May 1, 2026No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Barang bukti ditampilkan saat konferensi pers penindakan ekspor 190 kilogram emas dan perhiasan, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    CNBINDONESIA – Demam emas global mendorong bank sentral dunia menghadapi dilema baru terkait lokasi penyimpanan cadangan mereka. Nilai dan fungsi emas sebagai lindung nilai terhadap risiko global sangat bergantung pada di mana logam mulia tersebut disimpan.

    Melansir The New York Times, selama ini, dua pusat penyimpanan emas terbesar dunia berada di New York dan London, masing-masing dikelola oleh Federal Reserve Bank of New York dan Bank of England. Kedua kota tersebut juga menjadi pusat perdagangan emas global dengan rekam jejak penyimpanan yang aman selama lebih dari satu abad.

    Tercatat lebih dari 500.000 batang emas tersimpan di Federal Reserve New York hingga akhir 2024, menjadikannya salah satu gudang emas moneter terbesar di dunia. Meski sempat mencapai puncaknya pada 1973, peran emas dalam sistem keuangan global mulai berkurang setelah Amerika Serikat melepas standar emas sebagai penopang dolar.

    Sejak 1970, bank sentral di negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa cenderung menjual lebih banyak emas dibanding membeli. Namun demikian, hingga akhir 2024 mereka masih menguasai sekitar 57% cadangan emas global, dengan Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Prancis sebagai pemilik terbesar.

    Dalam beberapa tahun terakhir, negara berkembang justru menjadi pembeli utama emas, seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi cadangan. Meski begitu, isu lokasi penyimpanan kini menjadi perhatian, terutama bagi negara yang khawatir terhadap risiko geopolitik dan potensi sanksi.

    Kekhawatiran ini semakin meluas setelah ketegangan geopolitik global meningkat, termasuk dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa. Sejumlah pihak di Eropa mulai mempertanyakan apakah cadangan emas sebaiknya disimpan di dalam negeri demi keamanan strategis.

    Sebagai contoh, Jerman dan Italia telah mendiversifikasi lokasi penyimpanan emasnya antara domestik, New York, dan London. Meski demikian, kedua negara tersebut menegaskan belum memiliki rencana untuk memulangkan seluruh cadangan emas ke dalam negeri.

    Salah satu alasan utama tetap menyimpan emas di New York dan London adalah faktor keamanan yang telah teruji. Hingga kini, tidak pernah terjadi pencurian emas dari kedua brankas tersebut, bahkan dalam kondisi ekstrem seperti Perang Dunia II ketika emas London sempat dipindahkan secara rahasia ke Kanada.

    Selain itu, faktor likuiditas juga menjadi pertimbangan penting karena kedua kota tersebut merupakan pusat transaksi emas global. Dengan menyimpan emas di sana, bank sentral dapat dengan mudah melakukan jual beli tanpa perlu memindahkan fisik emas.

    Lebih dari 60 bank sentral diketahui menyimpan emas di Bank of England, yang memiliki sekitar 430.000 batang emas dalam sembilan brankas. Sistem ini memungkinkan transaksi antarbank sentral dilakukan secara efisien tanpa perpindahan fisik emas.

    Sejumlah negara mulai menyesuaikan strategi penyimpanan mereka seiring peningkatan cadangan emas. India misalnya menambah cadangan emas sekaligus mengurangi porsi penyimpanan di luar negeri, sementara Turki pernah memindahkan seluruh emasnya dari New York dan Swiss ke dalam negeri sebelum kembali menempatkan sebagian di London.

    Polandia juga berencana menyeimbangkan lokasi penyimpanan antara domestik, New York, dan London demi memperkuat ketahanan nasional. Sementara itu, Republik Ceko justru memilih menyimpan sebagian besar emasnya di London untuk memanfaatkan peluang transaksi dan pendapatan dari peminjaman emas.

    Di sisi lain, transparansi lokasi penyimpanan masih menjadi isu karena banyak bank sentral merahasiakan informasi tersebut. Negara seperti China dan Brasil diketahui menambah cadangan emas, namun tidak mengungkapkan secara rinci lokasi penyimpanannya.

    Meski dominasi New York dan London masih kuat, pusat keuangan seperti Hong Kong mulai berupaya menjadi alternatif baru penyimpanan emas global. Ke depan, tren pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan terus meningkat, menjadikan strategi lokasi penyimpanan sebagai faktor krusial dalam pengelolaan cadangan devisa.

    Sumber: CNBC Indonesia

    Source link

    cadangan emas geopolitik
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Copy Link
    Previous ArticleMenkeu Purbaya Tunjuk Yon Arsal Jadi Plh Dirut LPDP
    Next Article Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru Bulan Mei 2026
    admin
    • Website

    Related Posts

    Misteri Pekerja di Pulau Penebang Meninggal Dunia, Sinyal Dimatikan?

    May 21, 2026

    Mengenal Ferry Kadi, Figur Minim Sorotan di Tengah Besarnya Bisnis Hilirisasi Bauksit

    May 8, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Tertinggi di Indonesia

    May 5, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    Ini Penjelasan Kuasa Hukum Ahmad Dedi Terkait Framing Negatif

    May 9, 202611 Views

    Harta Kekayaan Fahd Pahdepie, Komisaris Telkom Akses Merangkap Deputi Bakom RI

    May 6, 20267 Views

    Karyawan BRI Sumut Mengaku Dipecat Saat Sakit, Kuasa Hukum: Tidak Mungkin Orang Sakit Bekerja Maksimal

    May 7, 20265 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Ini Penjelasan Kuasa Hukum Ahmad Dedi Terkait Framing Negatif

    May 9, 202611 Views

    Harta Kekayaan Fahd Pahdepie, Komisaris Telkom Akses Merangkap Deputi Bakom RI

    May 6, 20267 Views

    Karyawan BRI Sumut Mengaku Dipecat Saat Sakit, Kuasa Hukum: Tidak Mungkin Orang Sakit Bekerja Maksimal

    May 7, 20265 Views
    Our Picks

    Video: Jogja Run D-City, Lomba Lari, Hiburan, Hingga Kegiatan Amal

    May 24, 2026

    Akhir Pekan Tiba, Saatnya Berburu Diskon di Transmart Full Day Sale

    May 23, 2026

    Peneliti Israel Bilang 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan

    May 22, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Threads
    • News
    • Hukum
    • Harta Kekayaan
    • BUMN
    • Feature
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.